Pola Temporal Kasus Pneumonia Di Kabupaten Lombok Barat Selama Satu Tahun: Analisis Data Sekunder
Keywords:
analisis data skunder, epidemiologi, pneumonia balita, pola temporal, tren musimanAbstract
Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada balita di seluruh dunia, termasuk di Indonesia serta angka kejadiannya masih cukup tinggi. Analisis pola temporal kejadian pneumonia penting dilakukan untuk memahami tren dan fluktuasi kasus sehingga dapat mendukung perencanaan program pencegahan yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola temporal kasus pneumonia pada balita di Kabupaten Lombok Barat selama periode tahun 2025.Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan deskriptif observasional melalui analisis temporal. Menggunakan data sekunder kasus pneumonia balita bersumber dari sistem surveilans kesehatan di Kabupaten Lombok Barat tahun 2025. Menggunakan total sampling sebanyak 3.382 kasus. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan tren kasus, fluktuasi bulanan, serta distribusi kasus berdasarkan usia dan jenis kelamin.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian pneumonia pada balita memiliki pola temporal yang fluktuatif sepanjang tahun dengan jumlah kasus berkisar antara 196 hingga 478 kasus per bulan. Berdasarkan karakteristik usia, sebagian besar kasus terjadi pada balita usia 1 sampai 5 tahun (65,8%), Berdasarkan jenis kelamin lebih banyak terjadi pada balita laki-laki (56,1%). Kejadian pneumonia pada balita di Kabupaten Lombok Barat menunjukkan pola temporal yang fluktuatif yang diduga dipengaruhi oleh faktor musiman, kondisi lingkungan, serta karakteristik individu anak.
References
Asyari, J. (2025). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita. Jurnal Keperawatan, 13(1), 85–93.
Bahri, M., Raharjo, M., & Suhartono. (2021). Dampak polusi udara dalam ruangan pada kejadian kasus pneumonia: Sebuah review. LINK, 17(2), 99–104.
Bramantono, B., Rachman, B. E., Marfiani, E., Kurniati, N. D., Arifijanto, M. V., & Jearanaiwitayakul, T. (2021). Karakteristik pneumonia bakterial berdasarkan iklim dan parameter meteorologi di Indonesia, negara tropis: Sebuah studi awal. Jurnal Ilmu Biomolekuler dan Kesehatan, 4(1), 15–21.
Budihardjo, S. N., & Suryawan, I. W. B. (2020). Faktor-faktor risiko kejadian pneumonia pada pasien usia 12–59 bulan di RSUD Wangaya. Intisari Sains Medis, 11(1), 398–404.
Demoze, L., & Yitageasu, G. (2025). Association of meteorological factors with childhood pneumonia incidence in Central Gondar Zone, Northwest Ethiopia: A time-series study (2013–2022). Italian Journal of Pediatrics, 51, 225. https://doi.org/10.1186/s13052-025-01872-e
Ekasari, R., Radia, U., Sinjai, S., Rivai, A. A. H., & Noviana, N. (2022). Faktor iklim dengan kejadian pneumonia di Kota Jakarta Pusat periode 2016–2020. Jurnal Kesehatan Lingkungan: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan, 19(2), 211–218.
Errisa, A. (2024). Faktor risiko kejadian pneumonia pada balita di Indonesia: Meta-analisis studi 2013–2023. Jurnal Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro, 23(1).
Harnani, Y., Hamidy, R., Sukendi, S., & Afandi, D. (2022). Pengaruh musim terhadap kejadian pneumonia pada balita di Kabupaten Pelalawan. Dinamika Lingkungan Indonesia, 9(1), 39–44. https://dx.doi.org/10.31258/dli.9.1.p.39-44
Hossain, M. Z., Tong, S., Bambrick, H., Khan, A. F., Hore, S. K., & Hu, W. (2020). Weather factors, PCV intervention and childhood pneumonia in rural Bangladesh. International Journal of Biometeorology, 64(4), 561–569.
Hossain, M. Z., Tong, S., Bambrick, H., Khan, M. A., & Hu, W. (2021). Weather variability, socioeconomic factors, and pneumonia in children under five-years old: Bangladesh, 2012–2016. China CDC Weekly, 3(29), 620–625.
Huh, K., Hong, J., & Jung, J. (2020). Association of meteorological factors and atmospheric particulate matter with the incidence of pneumonia: An ecological study. Clinical Microbiology and Infection, 26(12), 1676–1683.
Kapwata, T., Wright, C. Y., du Preez, D. J., et al. (2021). Exploring rural hospital admissions for diarrhoeal disease, malaria, pneumonia, and asthma in relation to temperature, rainfall and air pollution using wavelet transform analysis. Science of the Total Environment, 791, 148307.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Pola tren terduga penyakit pada Aplikasi SKDR tahun 2024 s.d. minggu ke-14 tahun 2025. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. Diakses pada 11 April 2025.
Khan, S. A., Brenner, T., Link, A. C., et al. (2025). Impact of absolute values and changes in meteorological and air quality conditions on community-acquired pneumonia in Germany. International Journal of Biometeorology, 69(3), 695–702.
Makrufardi, F., Triasih, R., Nurnaningsih, N., Chang, K.-A., Chung, S.-C., Lin, S.-C., & Chuang, H.-C. (2024). Extreme temperatures increase the risk of pediatric pneumonia: A systematic review and meta-analysis. Frontiers in Pediatrics, 12, 1259118. https://doi.org/10.3389/fped.2024.1259118
Miyayo, S. F., Owili, P. O., Muga, M. A., & Lin, T.-H. (2021). Analysis of pneumonia occurrence in relation to climate change in Tanga, Tanzania. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(9), 4731.
Muharrami, R., Hidayati, R., & Turyanti, A. (2021). Tingkat kejadian infeksi saluran pernapasan akut (pneumonia) pada anak-anak yang disebabkan oleh variabel iklim dan kualitas udara di Bogor. Agromet, 35(1), 39–48. https://doi.org/10.29244/j.agromet.35.1.39-48
Nick, L. M., Nedel, A. S., Alonso, M. F., Marques, J. Q., & de Freitas, R. A. P. (2022). Relationship between meteorological variables and pneumonia in children in the metropolitan region of Porto Alegre, Brazil. International Journal of Biometeorology, 66(11), 2301–2308.
Oluwatimilehin, I. A., Akerele, J. O., Oladeji, T. A., Omogbehin, M. H., & Atai, G. (2022). Assessment of the impact of climate change on the occurrences of malaria, pneumonia, meningitis, and cholera in Lokoja City, Nigeria. Regional Sustainability, 3(4), 309–318.
Pedder, H., Kapwata, T., Howard, G., et al. (2021). Lagged association between climate variables and hospital admissions for pneumonia in South Africa. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(12), 6191.
Rezeki, S., Wisudariani, E., Sitanggang, H. D., Nasution, H. S., & Fitri, A. (2025). Determinan kejadian pneumonia pada balita (0–59) bulan di Provinsi Jawa Barat tahun 2023 (analisis data SKI 2023). Klinik: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan, 4(3), 495–512. https://doi.org/10.55606/klinik.v4i3.4801
Reviono. (2017). Pneumonia: Adakah tempat untuk pemberian antiinflamasi? UNS Press.
Silalahi, H. R. (2025). Literature review: Hubungan faktor iklim dengan kejadian pneumonia. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(3), 9609–9623.
Sholihah, R. B., Rahadianti, D., Benvenuto, A. F., & Priono, R. I. P. (2025). Hubungan berat badan lahir rendah, pemberian ASI eksklusif, paparan asap rokok dengan pneumonia berat pada balita di RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat. MAHESA: Malahayati Health Student Journal, 5(7), 2953–2964. https://doi.org/10.33024/mahesa.v5i7.18847
Wang, Z.-B., Ren, L., Lu, Q.-B., et al. (2021). The impact of weather and air pollution on viral infection and disease outcome among pediatric pneumonia patients in Chongqing, China, from 2009 to 2018: A prospective observational study. Clinical Infectious Diseases, 73(2), 513–522.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Herlia Anggraini, Agus Supinganto, Idyatul Hasanah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.




