Analisis Pengaruh Pergaulan Bebas terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja dalam Perspektif Cyber Peer Group pada Remaja

Authors

  • Mediatrix Santi Gaharpung STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere
  • Kristoforus Samson STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere
  • Endah Sulistyani STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere
  • Maria Alexandra Wea STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere
  • Vitalis Stevan Reymond Pasire STIKes St. Elisabeth Keuskupan Maumere

Keywords:

cyber peer group, edukasi teman sebaya, efikasi diri, kesehatan digital, kesehatan reproduksi remaja, perilaku seksual berisiko

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja masih menjadi tantangan, terutama akibat keterbatasan informasi yang akurat, pengaruh teman sebaya, penggunaan media digital, dan perilaku seksual berisiko. Cyber Peer Group berpotensi menjadi pendekatan edukasi yang partisipatif dengan memanfaatkan teknologi digital dan pengaruh positif teman sebaya di bawah supervisi tenaga kesehatan. Menganalisis efektivitas Cyber Peer Group terhadap literasi kesehatan reproduksi, sikap, efikasi diri, dan perilaku seksual berisiko pada remaja SMA di Kabupaten Sikka serta mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan perilaku kesehatan reproduksi. Penelitian menggunakan desain mixed methods sequential explanatory dengan tahap kuantitatif quasi-experimental pretest–posttest control group dan tahap kualitatif melalui focus group discussion. Intervensi dilaksanakan pada 10 sekolah melalui 10 kelompok Cyber Peer Group, masing-masing terdiri atas lima peer leader yang memberikan edukasi kepada 30 siswa, sehingga melibatkan 50 peer leader dan 300 siswa penerima edukasi. Intervensi meliputi daily micro-learning, safe space discussion, nudging, dan supervisi perawat komunitas. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji Chi-Square, regresi logistik, dan analisis tematik. Hasil: Penelitian diharapkan menunjukkan peningkatan literasi, sikap positif, dan efikasi diri serta penurunan perilaku seksual berisiko. Cyber Peer Group berpotensi menjadi model edukasi kesehatan reproduksi berbasis digital dan teman sebaya yang partisipatif serta dapat mendukung promosi kesehatan remaja di sekolah.

References

Andalas, A. P., & Roza, S. H. (2022). The role of peers in adolescent reproductive health education in High School Junior X Bukittinggi City, West Sumatera Province, Indonesia. Proceedings of the Global Public Health Conference, 5(1), 55–60. https://doi.org/10.17501/26138417.2022.5107

Ayuningtyas, N. P., & Budiyono, B. (2025). Evaluasi program peer educator bidang kesehatan reproduksi di SMP Kota Semarang menggunakan model discrepancy. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 11(2). https://doi.org/10.31949/educatio.v11i2.12791

Dodd, S., Widnall, E., Russell, A. E., Curtin, E. L., Simmonds, R., Limmer, M., & Kidger,

J. (2022). School-based peer education interventions to improve health: A global systematic review of effectiveness. BMC Public Health, 22, 2247. https://doi.org/10.1186/s12889-022-14688-3

Eyeberu, A., Lami, M., Bete, T., Yadeta, E., Negash, A., & Balcha, T. (2023). Risky sexual behavior and associated factors among secondary school students in Harari regional state: Multicenter study. International Journal of Africa Nursing Sciences, 18, 100520.

Hasan, K., Mahmood, H. R., Ether, S. T., Hayder, T., Zannat, S., Sayeed, A., Rumayan Hasan, A. M., Rahman, A. E., Chiu, C., Ahmed, A., & Sajib, M. R. U. Z. (2025). From taboo to touchscreen: A qualitative study of digital sexual and reproductive health intervention for Bangladeshi adolescents. Journal of Medical Internet Research, 27, e78514. https://doi.org/10.2196/78514

Hémono, R., Gatare, E., Kayitesi, L., Hunter, L. A., Packel, L., Ippoliti, N., Cerecero-García, D., Contreras-Loya, D., Gadsden, P., Bautista-Arredondo, S., Sayinzoga, F., Mugisha, M., Bertozzi, S. M., & Hope, R. (2024). Effect of a digital school-based intervention on adolescent family planning and reproductive health in Rwanda: A cluster-randomized trial. Nature Medicine, 30, 3121–3128. https://doi.org/10.1038/s41591-024-03205-1

Irdianty, M. S., & Sensusiana, T. (2022). Pengaruh peer education terhadap efikasi diri pada remaja dalam penanganan pre menstrual syndrome. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 13(2), 192–198. https://doi.org/10.34035/jk.v13i2.852

Kabelka, H., Kok, M., Chau, K., Werner, L., Bos, H., & Le Mat, M. (2025). Adolescents’ and young people’s perspectives on school-based sexuality education in low- and middle-income countries: A scoping review. Reproductive Health, 22, 205.

Lorenz, F. Q. Q., & Permatasari, H. (2023). Implementasi peer education dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi. Jurnal Keperawatan Silampari, 6(2), 1817–1826. https://doi.org/10.31539/jks.v6i2.5867

Nagata, J. M., Huang, O., Hur, J. O., Li, E. J., Helmer, C. K., Weinstein, E., & Moreno, M.

A. (2025). Health benefits of social media use in adolescents and young adults. Current Pediatrics Reports, 13, 22. https://doi.org/10.1007/s40124-025-00357-7

Nancy, M. N., & Novianti, C. (2022). Premarital sexual behavior in middle school students: Family conditions and information sources. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 14(4), 5599–5606.

Novita, R. V. T., Dewi, N. N. S. A., & Bari, A. F. (2022). Menerapkan pendidikan kesehatan peer group pada remaja putri dalam beradaptasi dengan premenstrual syndrome. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(10).

Pratama, R. A. (2022). Pengaruh konselor sebaya terhadap pengetahuan dan sikap remaja mengenai pencegahan seks bebas. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 14(1), 55–64.

Riris, A. A. I. D. C., & Purnamayanti, N. K. D. (2021). Effectiveness of peer education in decreasing adolescent pregnancy: A literature review. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 12(1), 27–37. https://doi.org/10.58185/jkr.v12i1.5

Salamah, S., Fazliani, R., & Khaliah, K. (2025). Pengaruh metode peer educator terhadap pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja di SMA Darussa’dah Kecamatan Pangkalan Susu Tahun 2025. Jurnal Seulanga, 2(2).

Sikka, Pemerintah Kabupaten. (2025). Rapat koordinasi program penanggulangan AIDS Kabupaten Sikka 2025. Pemerintah Kabupaten Sikka.

Supliyani, E., & Yanti, R. D. (2022). Pengaruh peer education terhadap pengetahuan dan sikap mengenai premenstrual syndrome pada siswi SMP. Jurnal Ilmiah Bidan, 6(3), 1–9.

Suryani, L. P. E. S., Pabidang, S., Hidayat, A. R., Sumarmi, & Mediastuti, F. (2026). Efektivitas peer education dan penyuluhan kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan dan sikap remaja awal sekolah dasar di Kecamatan Denpasar Barat. Jurnal Kesehatan Terpadu.

Wijayanti, N. P. E., Wulandari, M. R. S., & Widiastini, L. P. (2022). Pengaruh metode pendidikan sebaya terhadap tingkat pengetahuan tentang pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) pada remaja putri di SMA Negeri 1 Kubu. NERS Jurnal Keperawatan, 18(2), 83–92. https://doi.org/10.25077/njk.v18i2.121

World Health Organization. (2025). Sexually transmitted infections (STIs) fact sheet. World Health Organization.

Downloads

Published

2026-09-13

How to Cite

Gaharpung, M. S., Samson, K., Sulistyani, E., Wea, M. A., & Pasire, V. S. R. (2026). Analisis Pengaruh Pergaulan Bebas terhadap Kesehatan Reproduksi Remaja dalam Perspektif Cyber Peer Group pada Remaja. Jurnal Keperawatan , 18(3), 683–692. Retrieved from https://journal3.stikeskendal.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/367