Model Early Screen for Discharge Planning terhadap Kepatuhan Minum Obat dalam Pencegahan Komplikasi Tuberculosis pada Anak

Authors

  • Rifka Putri Andayani Universitas Mercubaktijaya
  • Ises Reni Universitas Mercubaktijaya

Keywords:

anak, ESDP, tuberculosis

Abstract

Kejadian Tuberkulosis (TBC) di Indonesia telah mencapai angka 1.060.000 kasus, mencatat rekor tertinggi yang pernah terjadi dan tiga kali lipat kasus TBC pada anak-anak. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian TBC di kalangan anak-anak perlu ditingkatkan secara signifikan. Penyakit ini jika tidak   segera   diobati   atau pengobatannya tidak tuntas dapat menimbulkan komplikasi berbahaya hingga kematian. Discharge planning merupakan salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk pengobatan secara tuntas dan perawatan lanjutan di rumah. Pelaksanaan discharge planning didasarkan pada identifikasi kebutuhan saat ini dan nanti saat anak di rumah. Persiapan program discharge planning yang matang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model early screen for discharge planning terhadap kepatuhan minum obat dalam pencegahan komplikasi tuberculosis pada anak. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest and post test without control group design. Penelitian dilakukan di RSUD dr Rasidin Padang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik concecutive sampling dengan 11 sampel. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji T-Test dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini yaitu untuk melihat efektivitas penerapan model early screen for discharge planning terhadap kepatuhan minum obat dalam pencegahan komplikasi tuberculosis pada anak dan hasil penelitian ini dapat dijadikan evidence based practice dalam mengatasi anak dengan TB.

References

BBC. (2024). Kasus TBC di Indonesia tembus 1 juta –Kenapa meningkat pada anak dan seperti apa gejalanya?Bbc.Com. https://www.bbc.com/indonesia/articles/c3g081vlxlpo

Cahyati, W. H. (2019). Determinan kejadian tuberkulosis pada orang dengan HIV/AIDS. HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development), 3(2), 168–178.

Hasina, S. N. (2020). Pencegahan Penyebaran Tuberkulosis Paru Dengan (BEEB) Batuk Efektif dan Etika Batuk Di RW. VI Sambikerep Surabaya. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(3), 322–328.

Kemenkes. (2024). Capai Eliminasi TBC dengan Semarak Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis (GIAT). Https://Ayosehat.Kemkes.Go.Id/. https://ayosehat.kemkes.go.id/

Oktarina, A. D., Wulandari, R. Y., & Surmiasih. (2025). Upaya Peningkatan Pengetahuan Pelaksanaan Discharge Planning Di Ruang Vip Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu. Majalah Cendekia Mengabdi, 3(2), 183–190. https://doi.org/10.63004/mcm.v3i2.732

Pralambang, S. D., & Setiawan, S. (2021). Faktor risiko kejadian tuberkulosis di Indonesia. Jurnal Biostatistik, Kependudukan, Dan Informatika Kesehatan, 2(1), 60–71

Sari, N. W., Akbar, H., Masliah, I. N., Kamaruddin, M., Sinaga, E. S., Nuryati, E., & Chiani, S. H. (2021). Teori dan Aplikasi Epidemiologi Kesehatan. Zahir Publishing.

Downloads

Published

2026-03-27

How to Cite

Andayani, R. P., & Reni, I. (2026). Model Early Screen for Discharge Planning terhadap Kepatuhan Minum Obat dalam Pencegahan Komplikasi Tuberculosis pada Anak. Jurnal Keperawatan , 18(1), 95–100. Retrieved from https://journal3.stikeskendal.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/100

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.