Hubungan Pemberian Reward dengan Pelaksanaan Pendokumentasian Asuhan Keperawatan
Keywords:
asuhan keperawatan, pendokumentasian, rewardAbstract
Peningkatan mutu pelayanan keperawatan menuntut tenaga perawat melaksanakan tugasnya secara profesional, termasuk dalam pendokumentasian asuhan keperawatan. Salah satu faktor yang memengaruhi kinerja perawat adalah sistem penghargaan (reward). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian reward dengan pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan di RSUD Martapura OKU Timur . Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain analitik cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 111 perawat pelaksana, dengan sampel sebanyak 71 orang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar kuesioner untuk variabel pemberian reward dan lembar observasi untuk variabel pendokumentasian asuhan keperawatan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan pemberian reward tidak baik sebanyak 38 responden (53,5%), dan pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan tidak baik sebanyak 47 responden (66,2%). Hasil uji chi-square diperoleh p-value = 0,029 (p < 0,05) dengan odds ratio (OR) = 3,529, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian reward dengan pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan.
References
Arsad, S. (2018). Hubungan sistem penghargaan dengan kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan. Jurnal Keperawatan Indonesia, 21(3), 145–152.
Dessler, G. (2009). Human resource management (13th ed.). Pearson Education.
Eva, L. (2015). Hubungan motivasi perawat dengan pendokumentasian asuhan keperawatan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta (Skripsi). Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
Irmayanti, D. (2013). Pengaruh penghargaan terhadap kepuasan kerja perawat di RSUD Kota Makassar. Jurnal Ilmiah Keperawatan, 8(2), 77–83.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Profil kesehatan Indonesia tahun 2016. Kemenkes RI.
Nursalam. (2012). Manajemen keperawatan: Aplikasi dalam praktik keperawatan profesional (4th ed.). Salemba Medika.
Nursalam. (2015a). Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan (3rd ed.). Salemba Medika.
Nursalam. (2015b). Proses dan dokumentasi keperawatan: Konsep dan praktik. Salemba Medika.
Nursalam. (2016). Manajemen keperawatan: Aplikasi dalam praktik keperawatan profesional (5th ed.). Salemba Medika.
Riyadi, S., & Kusnanto, H. (2007). Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan. Jurnal Keperawatan Indonesia, 11(1), 33–39.
Rohayani, S. (2010). Pengaruh sistem penghargaan terhadap motivasi kerja karyawan rumah sakit. Jurnal Manajemen Rumah Sakit Indonesia, 6(2), 85–93.
Siagian, S. P. (2016). Manajemen sumber daya manusia. Bumi Aksara.
Simamora, H. (2015). Manajemen sumber daya manusia. STIE YKPN.
Surtiningrum, E. (2010). Hubungan pelatihan dan motivasi terhadap pelaksanaan dokumentasi keperawatan. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 2(1), 23–30.
Suwatno, & Priansa, D. J. (2018). Manajemen SDM dalam organisasi publik dan bisnis. Alfabeta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan. (2014). Pemerintah Republik Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rudiansyah Rudiansyah, Atik Hodikoh, Subandi Subandi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.




