Hubungan Anemia pada Remaja Putri dengan Risiko Stunting

Authors

  • Ni Putu Aryani Universitas Negeri Semarang
  • Bambang Budi Raharjo Universitas Negeri Semarang
  • Eka Adithia Pratiwi Institut Kesehatan Yarsi Mataram

Keywords:

anemia, remaja putri, stunting

Abstract

Anemia dan stunting merupakan dua masalah gizi utama yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara anemia pada remaja putri dengan risiko terjadinya stunting melalui studi literatur. Artikel didapatkan dari Google scholar, Pubmed dan Proquest mendapatkan 36 artikel. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka terhadap 15 artikel ilmiah nasional dan internasional yang terbit pada periode 2021–2025. Analisis dilakukan menggunakan sintesis naratif dan pendekatan tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada remaja putri berkisar antara 9,65% hingga 26,3%, dengan risiko lebih tinggi pada wilayah pedesaan. Terdapat hubungan signifikan antara anemia dan stunting, baik secara langsung melalui gangguan metabolisme dan pertumbuhan, maupun secara tidak langsung melalui siklus kehidupan, seperti anemia remaja yang berlanjut menjadi anemia saat kehamilan dan berdampak pada bayi dengan berat badan lahir rendah hingga stunting. Faktor risiko utama meliputi asupan zat besi dan protein yang rendah, kebiasaan sarapan yang buruk, menstruasi berkepanjangan, serta rendahnya kepatuhan konsumsi tablet tambah darah. Edukasi gizi terbukti meningkatkan pengetahuan.

 

References

Aryanti, N., Hadju, V., Salam, A., & Thaha, A. R. (2024). Determinants of Stunting in Young Women Age 13-15 Years in South Galesong District, Takalar Regency.

Ihsani, S. A., Sutarto, & Apandi. (2024). Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri tentang Korelasi Anemia terhadap Kejadian Stunting. JPM Ruwa Jurai, 9(2), 161–167. https://doi.org/10.23960/jpmrwj.v9i2.pp161-167

Imanah, N. D. N., Raharjo, B. B., & Sukmawati, E. (2025). Analisis cakupan skrining dan kejadian anemia pada remaja putri. Journal of Midwifery Care, 6(1), 144–151.

Indarjo, S., Azinar, M., Raharjo, B. B., & Salma, W. M. (2022). The Effect of Competence on Health Promotors Performance in Central Java Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 17(4), 614–620.

Jafari, A. (2023). Evaluation of the barriers and facilitators of iron supplementation program among adolescent females. Clinical Nutrition ESPEN, 58, 37–42. https://doi.org/10.1016/j.clnesp.2023.04.024

Lutfiasari, D. (2025). Enhancing Adolescent Health through Anemia Prevention Education and Hemoglobin Testing. Journal of Community Engagement in Health, 8(2), 211–218. https://doi.org/10.30994/jceh.v8i2.732

Masfiah, S. (2021). Prevalence and Determinants of Anemia among Adolescent Girls: A School-Based Survey in Central Java. Global Journal of Health Science, 13(3), 37–46. https://doi.org/10.5539/gjhs.v13n3p37

Mchau, G. (2024). Co-occurrence of Overweight, Stunting, and Anemia among Adolescents (10–19 Years) in Tanzania. Current Developments in Nutrition, 8(5). https://doi.org/10.1016/j.cdnut.2023.102016

Nadiyah, Sitoayu, L., & Diwanti, L. P. (2022). Remaja Putri Pedesaan di Indonesia Berisiko Anemia Dua Kali Lebih Tinggi. Gizi Indonesia, 45(1), 35–46. https://doi.org/10.36457/gizindo.v45i1.614

Naingalis, A. L., & Olla, S. I. (2023). Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri. Jurnal Maternitas Kebidanan, 8(2), 48–55.

Nugroho, E., Wanti, P. A., Suci, C. W., Raharjo, B. B., & Najib. (2023). Social Determinants of Stunting in Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(4), 546–555.

Oktarina, C. (2024). Relationship Between Iron Deficiency Anemia and Stunting in Pediatric Populations in Developing Countries: A Systematic Review and Meta-Analysis. Children, 11, 1268. https://doi.org/10.3390/children11101268

Raharjo, B. B., Woro, K. H. O., Nugroho, E., & Hermawati, B. (2016). Local potentials as capital for planning nutrition programs for urban fringe areas in developing countries. Pakistan Journal of Nutrition, 15(12), 1026–1033.

Sari, P., Herawati, D., & Dhamayanti, M. D. (2022). Anemia among Adolescent Girls in West Java, Indonesia: Related Factors and Consequences on the Quality of Life. Nutrients, 14, 3777. https://doi.org/10.3390/nu14183777

Sari, P., Judistiani, R. T. D., & Herawati, D. M. D. (2022). Iron Deficiency Anemia and Associated Factors Among Adolescent Girls and Women in a Rural Area of Jatinangor. International Journal of Women’s Health, 14, 1137–1147. https://doi.org/https://doi.org/10.2147/IJWH.S376023

Suandana, I. A. (2022). Literature Review: Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri. Jurnal Kebidanan, 4(1).

Susanah, S. (2025). The Evaluation of Anemia Among Stunted Children Aged 6–24 Months in Bandung District. 1–14.

Susanah, S., Marcelius, D., Rakhmilla, L. E., Rossanti, R., Febrianti, S. A., Sakinah, S., Winyarti, W., Lutfia, S. S., Tina, R., Judistiani, D., & Gurnida, D. A. (2025). The Evaluation of Anemia Among Stunted Children Aged 6 – 24 Months in Bandung District , West Java , Indonesia. 194, 1–14.

Utami, M. M. H., Kustiyah, L., & Dwiriani, C. M. (2023). Risk Factors of Stunting, Iron Deficiency Anemia, and Their Coexistence among Children Aged 6-9. Amerta Nutrition, 7(1), 120–130. https://doi.org/10.20473/amnt.v7i1.2023.120-130

Downloads

Published

2026-06-20

How to Cite

Aryani, N. P., Raharjo, B. B., & Pratiwi, E. A. (2026). Hubungan Anemia pada Remaja Putri dengan Risiko Stunting. Jurnal Keperawatan , 18(2), 289–296. Retrieved from https://journal3.stikeskendal.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/186

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.