Analisis Kualitas Hidup Perempuan Perimenopause
Keywords:
aktivitas fisik, dukungan suami, IMT, kualitas hidup, mekanisme koping, perimenopauseAbstract
Perimenopause (usia 40-50 tahun) memicu fluktuasi estrogen, gejala vasomotor (hot flash), insomnia, dan mood swing, menurunkan kualitas hidup (QoL) domain fisik-psikologis hingga 20-30%. Akibatnya, kualitas hidup perempuan sering menurun drastis karena keluhan fisik mengganggu aktivitas harian, sementara masalah emosional melemahkan semangat dan hubungan sosial. Tujuan: Menganalisis hubungan IMT, aktivitas fisik, mekanisme koping, dukungan suami dengan kualitas hidup perempuan perimenopause di Pusdokkes Mabes Polri Jakarta Selatan. Metodologi: Deskriptif korelasi cross-sectional pada 70 sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan WHOQOL-BREF (kualitas hidup), timbangan (IMT), IPAQ-SF (aktivitas fisik), Brief COPE (mekanisme koping), Google Form untuk dukungan suami. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square (α=0.05). Hasil Penelitian: Analisa univariat menunjukkan perempuan perimenopause memiliki kualitas hidup baik 70%, IMT berlebih 67.1%, aktivitas rendah 45.7%, koping adaptif 71.4% dan mendapatkan dukungan suami 67.1%. Analisa bivariat menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara IMT (p=0.015; OR=7.125), aktivitas fisik (p=0.000), mekanisme koping (p=0.000; OR=22.000), dan dukungan suami (p=0.000; OR=19.200) dengan kualitas hidup pada perempuan perimenopause. Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara IMT, aktifitas fisik, mekanisme koping, dan dukungan suami dengan kualitas hidup perempuan perimenopause.




