Efektivitas Vas Bunga dengan Atraktan Fermentasi Air Cucian Beras sebagai Alat Perangkap Nyamuk

Authors

  • Fajar Akbar Poltekkes Kemenkes Mamuju
  • Mas'ud Mas'ud Poltekkes Kemenkes Mamuju
  • Zrimurti Mappau Poltekkes Kemenkes Mamuju
  • Muhammad Rusdi Poltekkes Kemenkes Mamuju

Keywords:

atraktan, fermentasi air cucian beras, nyamuk dewasa, pengendalian vector, vas bunga

Abstract

Nyamuk merupakan vektor utama dalam penularan penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD), malaria, dan filariasis. Pengendalian nyamuk selama ini menggunakan bahan kimia sehingga diperlukan bahan yang ramah lingkungan untuk mengurangi ketergantungan terhadap insektisida kimia. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas vas bunga dari botol bekas dengan atraktan fermentasi air cucian beras dan kombinasinya dengan ragi tape dalam menangkap nyamuk dewasa di BTN Grand City Bambu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik random sampling dengan menempatkan 60 unit vas bunga pada 20 rumah warga yang dipilih secara acak. Setiap rumah dipasangi tiga vas bunga, terdiri atas dua vas dengan atraktan fermentasi air cucian beras (dengan dan tanpa tambahan ragi) serta satu vas kontrol berisi air sumur bor. Teknik ini dipilih untuk mendapatkan representasi data yang lebih objektif dan mengurangi potensi bias lokasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung jumlah nyamuk yang terperangkap pada setiap perlakuan dan menyajikannya dalam bentuk tabel distribusi frekuensi maupun grafik untuk memperlihatkan perbedaan efektivitas antarperlakuan. Selanjutnya, data disajikan secara sistematis dalam bentuk tabel distribusi angka kuantitatif dan visualisasi grafik sehingga dapat memperjelas gambaran perbandingan efektivitas antara vas bunga dengan atraktan fermentasi air cucian beras, atraktan dengan tambahan ragi, serta vas bunga control. Hasil pengamatan menunjukkan vas bunga dengan atraktan fermentasi air cucian beras menangkap 17 ekor nyamuk (30% vas bunga positif), sedangkan vas bunga dengan atraktan fermentasi air cucian beras dan ragi tape menangkap 124 ekor nyamuk (100% vas bunga positif). Hasil ini menunjukkan bahwa fermentasi air cucian beras dengan tambahan ragi tape efektif sebagai atraktan perangkap nyamuk dewasa dan dapat menjadi strategi alternatif pengendalian vektor di tingkat rumah tangga.

References

Amalia, D., Supriatno, B., & Anggraeni, S. (2022). Pemanfaatan Limbah Air Cucian Beras Sebagai Substrat pada Respirasi Anaerob Menggunakan Alat Praktikum Sederhana di Rumah. Jurnal Basicedu, 6(4), 7510–7517. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3542

Ambarita, L. P., Sitorus, H., Rahayu, K. S., Oktavia, S., Ni’mah, T., & Marini. (2019). Efektivitas perangkap berperekat sederhana menggunakan atraktan rendaman jerami terhadap nyamuk di laboratorium. Spirakel, 11(1), 8–15. https://doi.org/10.22435/spirakel.v11i1.1580

Ambiya, Z., Martini, & Pradani, F. Y. (2020). Nyamuk Dewasa yang Terperangkap pada Jenis Atraktan Berbeda di Kelurahan Tembalang Kota Semarang. Apirator, 12(November), 115–122. https://doi.org/10.22435/asp.v12i2.1440

BB Labkesmas Yogyakarta. (2023). Hari Pengendalian Nyamuk Tahun 2023. Kementerian Kesehatan RI.

Fitriani, D., Anwar, K., & Hendawati. (2023). Effectiveness Of Sugar Fermentation Solution As A Mosquito Trap. Jurnal Sani, 3(2). https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/SJKL/article/view/2002/1033

Kementrian Kesehatan. (2024). Profil Kesehatan.

Khansa, F. K., & Dzulkifli. (2022). Rancang Bangun Perangkap Nyamuk Otomatis Menggunakan Sensor Suhu Dan Kelembaban Dht11 Berbasis Arduino Uno. Jurnal Inovasi Fisika Indonesia, 11(February), 28–37. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/inovasi-fisika-indonesia/article/view/46375/39044

Lauer, S. A., Sakrejda, K., Ray, E. L., Keegan, L. T., Bi, Q., Suangtho, P., Hinjoy, S., Iamsirithaworn, S., Suthachana, S., Laosiritaworn, Y., Cummings, D. A. T., Lessler, J., & Reich, N. G. (2018). Prospective forecasts of annual dengue hemorrhagic fever incidence in Thailand, 2010–2014. Proceedings of the National Academy of Sciences, 115(10), E2175–E2182. https://doi.org/10.1073/pnas.1714457115

Maharani, M. M., Bakrie, M., & Nurlela, N. (2021). Pengaruh Jenis Ragi, Massa Ragi Dan Waktu Fermentasi Pada Pembuatan Bioetanol Dari Limbah Biji Durian. Jurnal Redoks, 6(1), 57. https://doi.org/10.31851/redoks.v6i1.5200

Maria, E., Santos, M. De, Melo-santos, M. A. V. De, Maria, C., Oliveira, F. De, Correia, J. C., Maria, C., & Albuquerque, R. De. (2012). Evaluation of a sticky trap ( AedesTraP ), made from disposable plastic bottles , as a monitoring tool for Aedes aegypti populations. De Santos et Al. Parasites & Vektor, 5(195), 2–11. https://parasitesandvectors.biomedcentral.com/articles/10.1186/1756-3305-5-195?utm_

Martini, M., Prihatnolo, A., & Hestiningsih, R. (2017). Modified Ovitrap to Control Aedes Sp Population in Central Java , Indonesia o n. J Commun Dis, 49(3), 52–56. https://parasitesandvectors.biomedcentral.com/articles/10.1186/1756-3305-5-195?utm_

Ng, X. X. (2025). DigitalCommons @ University of Nebraska - Lincoln Constructing an Attractive Targeted Sugar Bait for Reducing Mosquito Populations.

Permana, A., Puspa, R., Najiulloh, R., Pangestu, R. A., Suhery, & Masitoh, N. (2023). Upaya pemanfaatan limbah melalui pelatihan daur ulang sampah botol plastik menjadi alat perangkap nyamuk sederhana dan ekonomis. Indoensian Journal of Engagement, Community Services, Empowerment and Development, 3(1), 118–123. https://ijecsed.esc-id.org/index.php/home/article/view/102/104

Saputra, R., Gemala, M., & Oktarizal, H. (2022). Pemanfaatan Fermentasi Singkong, Air Tebu, Gula Merah dan Kulit Pisang dalam Optimalisasi Perangkap Nyamuk (Trapping) sebagai Atraktan Perangkap. Jurnal Kesehatan Printis (Perintis’s Health Journal), 9(1), 23–30. https://doi.org/10.33653/jkp.v9i1.782

Sunu, B. (2017). Kemampuan atraktan pada perangkap nyamuk dalam pengendalian nyamuk. Jurnal Sulolipu, 17(II), 32–38.

Wahono, T., Widjayanto, D., & Poerwanto, S. H. (2024). Karakteristik Habitat Larva Nyamuk dan Kepadatan Nyamuk Dewasa (Diptera: Culicidae) di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali (Analisis Data Sekunder Rikhus Vektora 2017). ASPIRATOR - Journal of Vector-Borne Diseases Studies, 14(1), 45–56. https://doi.org/10.22435/asp.v14i1.5038

Winita, R., Geraldi, I. P., & Subahar, R. (2023). Pengaruh Air fermentasi Cucian Beras Sebagai Atraktan ovitrap terhadap Jumlah telur Aedes sp . yang terperangkap di Kecamatan Limo Depok ditambahkan atraktan sebagai komponen penarik stimulus olfaktori nyamuk . Bahan yang olfaktori nyamuk untuk bertelur . Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan, 9(2). https://journal.thamrin.ac.id/index.php/anakes/article/view/1804/1684.

Downloads

Published

2025-10-28

How to Cite

Akbar, F., Mas'ud, M., Mappau, Z., & Rusdi, M. (2025). Efektivitas Vas Bunga dengan Atraktan Fermentasi Air Cucian Beras sebagai Alat Perangkap Nyamuk. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKes Kendal , 15(4), 905–910. Retrieved from https://journal3.stikeskendal.ac.id/index.php/JIPJISK/article/view/14