Penanganan Kegawatdaruratan Fase Pre Hospital pada Masyarakat Pesisir

Authors

  • Ahmat Pujianto Universitas Borneo Tarakan https://orcid.org/0000-0003-1488-4348
  • Maria Imaculata Ose Universitas Borneo Tarakan
  • Aprilisya Nensyiawati Losong Universitas Borneo Tarakan
  • Hendy Lesmana Universitas Borneo Tarakan

Keywords:

penanganan kegawatdaruratan, pesisir, pesisir; pra-rumah sakit

Abstract

Keterlambatan dalam pemberian pertolongan pertama kepada pasien yang mengalami kegawatdaruratan jantung berhubungan dengan menurunnya fraksi ejeksi ventrikel kiri (LVEF) dan meningkatnya angka kematian pada pasien yang dirawat di rumah sakit. Kondisi ini menunjukkan bahwa kecepatan pemberian pertolongan pertama sangat penting untuk mencegah kematian dan kecacatan pada pasien. Hambatan struktural, finansial, dan kognitif di masyarakat pesisir dan perbatasan dapat mengakibatkan keterlambatan dalam penanganan gawat darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran umum tentang penanganan gawat darurat pra-rumah sakit yang dilakukan oleh masyarakat pesisir. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini melibatkan delapan partisipan, yang tinggal di daerah pesisir selama lima tahun atau lebih, dan dipilih menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19. Data yang diperoleh dari transkrip wawancara selanjutnya dianalisis menggunakan content analysis secara manual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadaan gawat darurat yang umum terjadi di wilayah pesisir adalah kegawatdaruratan obstetri, pernapasan, dan trauma akibat kecelakaan. Semua partisipan menyatakan bahwa mereka tidak memberikan prosedur pertolongan pertama pada korban gawat darurat selama periode pra-rumah sakit. Masyarakat langsung membawa pasien ke rumah sakit menggunakan mobil. Tantangan dalam manajemen pasien di kondisi pra-rumah sakit meliputi jarak yang cukup jauh dari desa ke fasilitas kesehatan, akses jalan yang rusak yang memperpanjang waktu perjalanan saat proses rujukan, dan kurangnya kesadaran komunitas tentang prosedur bantuan hidup dasar. Layanan pra-rumah sakit penting untuk dikembangkan pada masyarakat terutama masyarakat pesisir agar respon time dalam penanganan kegawatdaruratan semakin cepat.

 

References

Bhattarai, H. K., Bhusal, S., Barone-Adesi, F., & Hubloue, I. (n.d.). Prehospital Emergency Care in Low- and Middle-Income Countries: A Systematic Review. Prehospital and Disaster Medicine, 38(4), 495–512. https://doi.org/10.1017/S1049023X23006088

Cimino, J., & Braun, C. (2023). Clinical Research in Prehospital Care: Current and Future Challenges. Clinics and Practice, 13(5), 1266–1285. https://doi.org/10.3390/clinpract13050114

De Heer, H. D., Balcázar, H. G., Morera, O. F., Lapeyrouse, L., Heyman, J. M. C., Salinas, J., & Zambrana, R. E. (2013). Barriers to care and comorbidities along the U.S.-Mexico border. Public Health Reports, 128(6), 480–488. https://doi.org/10.1177/003335491312800607

Delaney, P. G., Eisner, Z. J., & Geduld, H. (2024). The emergency burden in low and middle-income countries. Surgery, 176(2), 528–530. https://doi.org/10.1016/j.surg.2024.03.031

Drennan, I. R., Schexnayder, S. M., Bartos, J., Rios, M. D., Mahgoub, M., Panchal, A. R., Rodriguez, A. J., Sell, J., Sasson, C., & Wright, J. (2025). Highlights of the 2025 American Heart Association Guidelines for Cardiopulmonary Resuscitation and Emergency Cardiovascular Care.

Eisner, Z. J., Diango, K., & Sun, J. H. (2024). Education and training of prehospital first responders in low- and middle-income countries. Surgery, 176(1), 226–229. https://doi.org/10.1016/j.surg.2024.03.009

Hegenberg, K., Trentzsch, H., Gross, S., & Prückner, S. (2019). Use of pre-hospital emergency medical services in urban and rural municipalities over a 10 year period: An observational study based on routinely collected dispatch data. Scandinavian Journal of Trauma, Resuscitation and Emergency Medicine, 27(35), 1–9. https://doi.org/10.1186/s13049-019-0607-5

Institute Medicine of the National Academies. (2012). Prehospital Care Emergency Medical Services (EMS). National Academies Press (US).

Khani, J., Dadashzadeh, A., Gilani, N., Rahmani, A., & Tabrizi, F. J. (2026). Prehospital emergency services: Expectations of patients and companions. International Journal of Emergency Medicine, 19(1), 3. https://doi.org/10.1186/s12245-025-01115-8

Kironji, A. G., Hodkinson, P., De Ramirez, S. S., Anest, T., Wallis, L., Razzak, J., Jenson, A., & Hansoti, B. (2018). Identifying barriers for out of hospital emergency care in low and low-middle income countries: A systematic review. BMC Health Services Research, 18(291), 1–20. https://doi.org/10.1186/s12913-018-3091-0

Lee, S. H., Kim, H. K., Jeong, M. H., Lee, J. M., Gwon, H. C., Chae, S. C., Seong, I. W., Park, J. S., Chae, J. K., Hur, S. H., Cha, K. S., Kim, H. S., Seung, K. B., Rha, S. W., Ahn, T. H., Kim, C. J., Hwang, J. Y., Choi, D. J., Yoon, J., … Oh, S. K. (2020). Pre-hospital delay and emergency medical services in acute myocardial infarction. Korean Journal of Internal Medicine, 35(1), 119–132. https://doi.org/10.3904/kjim.2019.123

Ose, M. I. (2019). Analisis Keterbatasan Sistem Penanganan Kegawatan Daruratan Pada Pelayanan Ugd Puskesmas/ Primary Health Care Center; Literatur Review. Journal of Borneo Holistic Health, 2(1). https://doi.org/10.35334/borticalth.v2i1.744

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Sistem Enanggulangan Gawat Darurat Terpadu, Pub. L. Nomor 19 Tahun 2016, 1 (2016).

Prihanti, R., Widjanarko, B., & Budiyono, B. (2023). Evaluasi Pelaksanaan Safe Community Penanganan Kegawatdaruratan Sehari-hari di Kota Semarang. Jurnal Keperawatan, 15(2). https://doi.org/10.32583/keperawatan.v15i2.918

Pujianto, A., Ose, M. I., Baydhuri, P. I., & Santoso, M. C. A. (2025). Kesadaran Dan Kesiapsiagaan Bencana Pada Masyarakat Pesisir Kalimantan Utara. 11(1).

Rachmatullah, R., Sriyono, S., & Zulkarnain, H. (2025). Initial Management Pre Hospital: A Systematic Review. Indonesian Journal of Global Health Research, 7(4), 419–426. https://doi.org/10.37287/ijghr.v7i4.6363

Streubert, H. J., & Carpenter, D. R. (2011). Qualitative Research in Nursing: Advancing the Humanistic Imperatif (7th ed.). Lippincott Williams & Wilkins.

The National Emergency Medical Center. (2013). Emergency medical services system-Concept. https://www.e-gen.or.kr/english/emergency_medical_services_system.do

Trinugraha, F., & Kartinah, K. (2023). Pengetahuan Masyarakat tentang Penggunaan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu. Jurnal Keperawatan Silampari, 6(2). https://doi.org/10.31539/jks.v6i2.5968

Wilson, M. H., Habig, K., Wright, C., Hughes, A., Davies, G., & Imray, C. H. E. (2015). Pre-hospital emergency medicine. The Lancet, 386(10012), 2526–2534. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(15)00985-X

Zurowska-Wolak, M., Piekos, P., Jakała, J., & Mikos, M. (2019). The effects of prehospital system delays on the treatment efficacy of STEMI patients. Scandinavian Journal of Trauma, Resuscitation and Emergency Medicine, 27(39), 1–7. https://doi.org/10.1186/s13049-019-0616-4

Downloads

Published

2026-03-27

How to Cite

Ahmat Pujianto, Ose, M. I., Losong, A. N., & Lesmana, H. (2026). Penanganan Kegawatdaruratan Fase Pre Hospital pada Masyarakat Pesisir. Jurnal Keperawatan , 18(1), 101–108. Retrieved from https://journal3.stikeskendal.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/104