Analisis Risiko Menggunakan Metode HFMEA pada Pelayanan Pasien Operasi

Authors

  • Amir Hamzah Universitas Muhammadiyah Sukabumi
  • Erna Safariyah Universitas Muhammadiyah Sukabumi
  • Irawan Danismaya Universitas Muhammadiyah Sukabumi
  • Zainal Abidinsah Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Keywords:

HFMEA, insiden keselamatan pasien, pasien safety

Abstract

Keselamatan pasien (Patient safety) adalah pengurangan risiko cedera yang tidak perlu terkait dengan layanan kesehatan dalam batas minimum yang dapat diterima. Keselamatan Pasien menjadi penting untuk mencegah terjadinya Insiden keselamatan pasien (IKP). Penelitian ini penting dilakukan sebagai dasar dalam peningkatan proses manajemen pelayanan pasien operasi  yang merupakan bagian penting dari strategi manajemen risiko preventif di rumah sakit, Penelitian bertujuan untuk menganalisis risiko pada setiap tahapan yang bisa menjadi penyebab terjadinya  IKP pada pasien yang akan menjalani operasi mulai dari masuk ke rumah sakit sampai pasien pulang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengikuti protokol Health Care Failure Mode Effect and Analysis (HFMEA) dengan 5 tahapan yaitu menetapkan topik atau proses yang berisiko tinggi, membentuk tim, menggambarkan alur proses, analisa hazard, menentukan tindakan dan pengukuran outcome. Program keselamatan pasien telah dilaksanakan dengan pembentukan komite mutu dan keselamatan pasien, pasien operasi berasal dari rawat jalan dan gadar dengan alur yang berbeda, dengan 5 modus kegagalan yaitu Resiko Kesalahan diagnosa dalam sistem RME di gawat darurat, Resiko salah pasien atau salah tindakan pada pasien operasi lokal anestesi, Risiko ketidaksiapan pasien dalam menghadapi proses operasi, Risiko salah pasien, salah Lokasi atau salah sisi operasi, Tidak siapnya tim dalam mengantisipasi kondisi emergensi. Penyebab moduk kegagalan adalah faktor sistem yaitu komunikasi yang tidak efektif antar petugas, banyaknya transisi antar bagian dan antar shfit, kurangnya supervisi, monitoring dan evaluasi yang kesemuanya menggambarkan belum berkembangnya budaya keselamatan pasien, dan faktor individu yang berupa kurang perhatian akibat anggota tim menganggap tindakan sudah biasa dikerjakan sehingga cek dan ricek luput dilakukan. Ditemukan 6 risiko dalam proses pelayanan pasien operasi yaitu 1 risiko di ruang gawat darurat, 1 risiko di rawat jalan, 1 risiko di rawat inap dan 3 risiko di ruang kamar bedah.

References

Chrisnawati, D. I., Sinaga, S., & Saragih, B. (2023). Implementation of the Surgical Safety Checklist in Central Surgical Unit of Santo Antonius Hospital Pontianak. Formosa Journal of Science and Technology, 2(10), 2705—2724. https://doi.org/10.55927/fjst.v2i10.6240

Daud. (2020). Sistem pelaporan dan pembelajaran keselamatan pasien nasional.

Donaldson., Ricciardi., Sheridan., T. (2021). Textbook of Patient Safety and Clinical Risk Management. This Springer imprint.

Farhanchi ARahimi ZSaghehei E et al. (2021). Analysis of Failure Modes in Anesthesia for Cardiac Surgery Using the Healthcare Failure Mode and Effects Analysis (HFMEA) Technique. Multidiscip Cardio Annal.

Hamzah, A. (2024). Hubungan tingkat pengetahuan perawat kamar bedah Tentang sasaran keselamatan pasien dengan Pelaksanaan 6 (enam) sasaran keselamatan pasien rumah sakit di kamar bedah RSI Assyifa. Journal of Public Health Innovation.

Indiati, Wardhani, V. dan Andarini, S. (2012). Healthcare failure mode and effect analysis:proses pelayanan operasi di rumah sakit. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 15.

Kemenkes RI. (2017). Permenkes no 11 tahun 2017 tentang keselamatan Pasien.

Kemensekneg RI. (2023). UU no 17 tahun 2023 tentang Kesehatan.

Miles, m & Huberman, M. (2020). Qualitative Data Analysis (4th ed.). Sage.

NRLS. (2022). national patient safety incident reports: commentary.

Pirouzi MGorji HRavaghi H et al. (2020). Health Care Failure Mode and Effect Analysis in the Operating Room Setting. Q Manage Health Care, 29.

Rachilya, Maryana, A. (2025). Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Tim Bedah Dalam Kepatuhan Pengisian Surgical Safety Checklist (SSC) di Instalasi Bedah Sentral RSUD Depati Bahrin Tahun 2025. Jurnal Lintas Keperawatan, 6.

Tabibzadeh & Jahangiri. (2018). A Proactive Risk Assessment Framework to Enhance Patient Safety in Operating Rooms. Advances in Intelligent System and Coumputing.

VHA National Center for Patient Safety. (2021). Healthcare Failure Mode And Effect Analysis (HFMEA) A Simple Step By Step Guide (Hfmea Guidebook Companion).

WHO. (2009). The Second Global Patient Safety Challenge Safe Surgery Saves Lives.

WHO. (2011). Patient Safety Curriculum Guide: Multi-professional Edition.

WHO. (2020). Patient Safety incident reporting and learning systems: technical report and guidance.

Published

2026-09-01

How to Cite

Hamzah, A., Safariyah, E., Danismaya, I., & Abidinsah, Z. (2026). Analisis Risiko Menggunakan Metode HFMEA pada Pelayanan Pasien Operasi. Jurnal Keperawatan , 18(3), 499–508. Retrieved from https://journal3.stikeskendal.ac.id/index.php/keperawatan/article/view/213

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.