Ethnopharmacy Study of Medicinal Plants
Keywords:
etnofarmasi, pengobatan tradisional, Tumbuhan obatAbstract
Etnofarmasi merupakan cabang ilmu farmasi yang mengkaji pemanfaatan tumbuhan obat oleh suatu suku atau komunitas berdasarkan pengetahuan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Desa Malanggo, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong merupakan wilayah pesisir-agraris yang dihuni masyarakat suku Tialo yang memiliki pengetahuan pengobatan tradisional namun dokumentasi ilmiah mengenai praktik etnofarmasinya masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan obat, jenis penyakit yang diobati, bagian tumbuhan yang digunakan, cara pengolahan dan cara penggunaan tumbuhan obat tradisional oleh masyarakat setempat. Penelitian ini adalah deskriptif observasional Ethnopharmacy Study dengan pendekatan cross-sectional, dilaksanakan pada Agustus 2024. Sebanyak 95 responden dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria pengetahuan tentang pengobatan tradisional, data dikumpulkan menggunakan wawancara dan observasi langsung pada tumbuhan obatnya dan di analisis secara univariat. Penelitian ini mengidentifikasi 32 jenis tumbuhan berkhasiat obat yang digunakan untuk mengatasi diabetes, hipertensi, diare, malaria, dan gangguan kulit. Bagian tumbuhan yang paling banyak dimanfaatkan adalah daun (62,50%), diikuti batang dan rimpang (masing-masing 12,50%), buah (9,38%) dan umbi (3,12%), pengolahan yang paling dominan yaitu perebusan (53,12%), sedangkan cara penggunaan terbanyak yaitu diminum (65,62%). Masyarakat Desa Malanggo masih memelihara pengetahuan etnofarmasi yang kaya dan terstruktur yang dapat menjadi sumber data penting bagi pengembangan penelitian fitofarmaka serta konservasi tumbuhan obat lokal di wilayah pesisir-agraris.
References
Adiyasa, M. R., & Meiyanti, M. (2021). Pemanfaatan obat tradisional di Indonesia: distribusi dan faktor demografis yang berpengaruh. Jurnal Biomedika Dan Kesehatan, 4(3), 130–138. https://doi.org/10.18051/JBiomedKes.2021.v4.130-138
Adnyana, I. M. D. M., Jenar, P. D., Suniartini, K., Dewi, N. L. M. N., Sugiarta, K. M., & Sridana, I. N. (2025). Ethnomedicine di Indonesia: Perspektif tradisional hingga lanskap modern. Widya Kesehatan, 7(1), 35–42. https://doi.org/10.32795/s1dc9743
Albayudi, A., & Saleh, Z. (2020). Potensi Tumbuhan Obat Yang Digunakan Masyarakat Melayu Kota Jambi Di Hutan Kota Bagan Pete Kota Jambi. Bio-Lectura, 7(1), 1–9. https://doi.org/10.31849/bl.v7i1.4001
Anam, S., Widodo, A., & Tandah, M. R. (2022). Studi Tumbuhan Berkhasiat Obat Pada Suku Dondo Di Kecamatan Ogodeide, Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi. Biocelebes, 16(2), 123–134. https://doi.org/10.22487/bioceb.v16i2.16063
Anand, U., Tudu, C. K., Nandy, S., Sunita, K., Tripathi, V., Loake, G. J., Proćków, J. (2022). Ethnodermatological use of medicinal plants in India: From ayurvedic formulations to clinical perspectives – A review. Journal of Ethnopharmacology, 284, 114744. https://doi.org/10.1016/j.jep.2021.114744
Bussmann, R. W., & Sharon, D. (2018). Medicinal plants of the Andes and the Amazon - The magic and medicinal flora of Northern Peru. Ethnobotany Research and Applications, 15. https://doi.org/10.32859/era.15.2.001-295
Damai Yanti Daeli. (2023). Studi etnobotani tanaman obat tradisional pada masyarakat di desa orahili kecamatan sirombu kabupaten nias barat. Tunas : Jurnal Pendidikan Biologi, 4(1), 1–16. https://doi.org/10.57094/tunas.v4i1.856
Heinrich, M., Lardos, A., Leonti, M., Weckerle, C., Willcox, M., Applequist, W., Stafford, G. (2018). Best practice in research: Consensus Statement on Ethnopharmacological Field Studies – ConSEFS. Journal of Ethnopharmacology, 211, 329–339. https://doi.org/10.1016/j.jep.2017.08.015
Hidayat, A., Safnil, S., & Arono, A. (2023). Hard and Soft Sciences: How Both Fields Differ in Presenting Research Gaps. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 9(SpecialIssue), 88–94. https://doi.org/10.29303/jppipa.v9iSpecialIssue.6214
Kurnia Kasim, A., Ketut Marlina, N., Rikwan, R., Safitri A Belike, D. S., & Tritanti Pombile, E. (2025). Studi Etnofarmasi Tumbuhan Obat Pada Suku Kaili Da’a Di Desa Jono Oge. Retrieved from https://oaj.jurnalhst.com/index.php/jka/article/view/15142
Manzoor, M., Ahmad, M., Zafar, M., Gillani, S. W., Shaheen, H., Pieroni, A., Khaydarov, K. (2023). The local medicinal plant knowledge in Kashmir Western Himalaya: a way to foster ecological transition via community-centred health seeking strategies. Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine, 19(1), 56. https://doi.org/10.1186/s13002-023-00631-2
Mendoza, J. N., Hanazaki, N., Prūse, B., Martini, A., Bittner, M. V., Kochalski, S., Sõukand, R. (2023). Ethnobotanical contributions to global fishing communities: a review. Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine, 19(1), 57. https://doi.org/10.1186/s13002-023-00630-3
Nurani, S., & Cahyanto, T. (2024). Studi etnobotani tumbuhan obat di Kampung Adat Cireundeu Kota Cimahi Jawa Barat. Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi, 4(1), 54–63. https://doi.org/10.24252/filogeni.v4i1.43135
Sari, F. (2024). Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Terpurifikasi Daun Beluntas (Pluchea Indica (L.)) Menggunakan Klt Dengan Perbedaan Eluen. Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi, 13(2), 181–187. https://doi.org/10.30591/pjif.v13i2.6209
Sovia Santi Leksikowati, Oktaviani, I., Ariyanti, Y., Akhmad, A. D., & Rahayu, Y. (2020). Medicinal Plant Ethnobotany In Local Communities Of Lampung Tribe In West Lampung Regency. BIOLOGICA SAMUDRA, 2(1), 34–53. https://doi.org/10.33059/jbs.v2i1.2297
Tonny, A.-A., Heron, R. B., Susana, O. M., Mary-Ann, A., Frederick, A., Alexis, C. S., Alfred, A. A. (2019). Ethnobotanical studies of medicinal plants used in traditional treatment of malaria by some herbalists in Ghana. Journal of Medicinal Plants Research, 13(16), 370–383. https://doi.org/10.5897/JMPR2019.6779




