Evaluasi Kualitas Hasil Pewarnaan Papanicolaou dan Diff Quick pada Preparat Apus Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) Guiding pada Pasien dengan Massa Paru

Authors

  • Fitria Diniah Janah Sayekti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional
  • Widhi Sinandhi Putri Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional

Keywords:

diff quick, hasil pewarnaan, papanicolaou

Abstract

Penegakan diagnosis massa paru sangat bergantung pada pemeriksaan yang akurat dan cepat. Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) dengan teknik guiding merupakan metode minimal invasif yang banyak digunakan untuk memperoleh sampel sel dari massa paru. Kualitas pewarnaan pada preparat FNAB sangat menentukan ketepatan interpretasi hasil pemeriksaan. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi kualitas hasil pewarnaan Papanicolaou dan Diff Quick pada preparat apus Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) pada pasien dengan massa dengan membandingkan kedua teknik pewarnaan dalam hal kualitas visualisasi sel dan kemampuannya dalam memberikan informasi diagnostik. Sampel penelitian berjumlah 30 orang dengan teknik quota sampling, rentang usia pasien 30 hingga 59 tahun yang dilakukan pengecatan papanicolaou dan metode Diff Quick. Data dianalisis secara deskriptif dan dilanjutkan dengan uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pewarnaan Papanicolaou menghasilkan kualitas visualisasi yang lebih baik, terutama dalam memperlihatkan detail visualisasi morfologi seperti kualitas inti sel, sitoplasma, tingkat artefak, kemudahan intepretasi dan waktu pewarnaan, meskipun memerlukan waktu lebih lama dan keterampilan teknis lebih tinggi. Sebaliknya, Diff Quick lebih cepat dan sederhana, namun kualitas kontrasnya kurang, yang dapat mengurangi kemampuan dalam melihat detail seluler. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pewarnaan Papanicolaou lebih unggul dalam memberikan hasil diagnostik yang lebih lengkap, namun Diff Quick memiliki kelebihan dalam kecepatan. Oleh karena itu, keduanya dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan, dengan Papanicolaou untuk analisis mendalam dan Diff Quick untuk pemeriksaan awal.

References

Astuti. D.I., Ariyadi T., & Damayanti M. (2018). Gambaran kualitas mikroskopis pada sampel fnab terdiagnosa klinis suspek karsinoma mammae dengan metode pengecatan diff quick dan papaniculaou. Universitas Muhammadiyah Semarang. https://doi.org/10.47191/ijmcr/v9i10.04

Alwahaibi, N. (2014). Comparison of ThinPrep® and Conventional Preparations for Peritoneal and Pleural Cytology Smears. Annual Research & Review in Biology, 4(20), 3139–3149. hlm. https://doi.org/10.9734/ARRB/2014/10078. Di Akses Pada 25 Oktober 2024 T. M. dan Shareef,

Bancroft, J. D., & Gamble, M. (2008). Theory and Practice of Histological Techniques (6th Edition). Churchill Livingstone Elsevier.

Bishop, J. A., & Westra, W. H. (2017). Fine-needle aspiration biopsy of the lung: A practical approach to diagnosis and reporting. Diagnostic Cytopathology, 45(10), 884-892

Dey, P. (2018). Cytology Sample Procurement, Fixation and Processing. Dalam Basic and Advanced Laboratory Techniques in Histopathology and Cytology (121–132. hlm.). Springer Singapore. https://doi.org/10.1007/978-981-10-8252-8_13

Djanah M, Fitri Nuroini. (2020). Perbandingan Kualitas Hasil Pengecetan Papanicolau Pada Preparat Apusan Dan Blok Sel. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Semarang. Naskah Publikasi. https://digilib.unisayogya.ac.id/6635/1/1811304025_DINDAPUTRI%20-%20Dinda%20Putri%20A2.pdf

Gunawan Arsyadi dan Juanita. (2025). Prosedur dan manfaat FNAB. https://www.scribd.com/presentation/654105887/FNAB-Guiding-Dan-Non-Guiding-Steffy

Ida, Ayu Sutresna Hariani, I Made Lana Prasetya, I Made Adhi Mahendrayana. (2023). Jurnal ilmu Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, Vol. 10, No. 12, Desember 2023. https://doi.org/10.33024/jikk.v10i12.12283

Kitchen, F. L. dan Cox, C. M. (2022). Papanicolaou smear. Dalam StatPearls [Internet]. StatPearls Publishing.

Kumar, S., et al. (2010). "Papanicolaou Staining in Cytology: Advantages and Limitations." Journal of Cytology.A.

Renshaw AA. Comparison of Papanicolaou and Diff-Quik stains in fine-needle aspiration biopsy of the lung. Acta Cytol. (2018). Vol 62 (4):341–348.

Shiratori, Y., Nakamura, K., Yamamoto, K., Okamoto, T., Ikeya, T., Fukuda, K. (2020). Perbandingan papanicolaou dan pewarnaan diff-quick pada biopsi aspirasi jarum halus usg endoskopik pankreas dengan evaluasi sitologis on-site cepat. Giejournal vol. 91. https://doi.org/10.1016/j.gie.2020.03.1241

Silverman JF, et al. Diagnostic efficacy of FNAB of lung lesions: A comparative study. Diagn Cytopathol. 2017. Vol 45(3):215–222.

Syahruddin, E., Hudoyo, A., & Arief, N. (2009). Efusi pleura ganas pada kanker paru. Jurnal Respir Indonesia. hlm. https:// 18768-Article%20Text-62281-1-10-20230929%20(5).pdf.

Shareef, A. (2024). Challenges and Limitations in Current Cancer Diagnostic Techniques. Journal of Clinical Oncology and AI Review, 15(2), 112-125.

Downloads

Published

2026-05-31

How to Cite

Sayekti, F. D. J., & Putri, W. S. (2026). Evaluasi Kualitas Hasil Pewarnaan Papanicolaou dan Diff Quick pada Preparat Apus Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) Guiding pada Pasien dengan Massa Paru. Jurnal Farmasetis, 15(2), 133–138. Retrieved from https://journal3.stikeskendal.ac.id/index.php/far/article/view/118