Identifikasi Drug Related Problems (Drps) pada Pasien Pediatri Community-Acquired Pneumonia di Instalasi Rawat Inap
Keywords:
community-acquired pneumonia, drug related problems, rawat inapAbstract
Drug Related Problems (DRPs) merupakan permasalahan penggunaan obat yang dapat berdampak aktual maupun potensial terhadap keberhasilan terapi, termasuk pada kasus pneumonia komunitas. Penelitian deskriptif observasional ini bertujuan mengidentifikasi proporsi kejadian DRPs pada pasien pediatri dengan Community-Acquired Pneumonia (CAP) di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Islam Kendal. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling terhadap 100 rekam medis pasien periode Juli–September 2025 yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang mencakup karakteristik klinis, hasil laboratorium, dan rincian pengobatan dianalisis dengan membandingkan terapi pasien terhadap standar British National Formulary for Children serta Drug Interaction Checker. Hasil penelitian menunjukkan adanya kejadian DRPs yang didominasi oleh interaksi obat sebesar 57,1%, diikuti dosis kurang 35,6%, dosis berlebih 5,3%, dan obat tidak tepat 2%. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya identifikasi DRPs untuk mengoptimalkan efektivitas dan keamanan terapi pada pasien anak.
References
British National Formulary for Children. (2023). BNFC 2023–2024. London: BMJ Group & Pharmaceutical Press.
Chishlom-Burns, M. A., Wells, B. G., Schwinghammer, T. L., Malone, P. M., Kolesar, J. M., Rotschafer, J. C., & Dipiro, J. T. (2008). Pharmacotherapy principles and practice. New York: McGraw-Hill Companies.
Dewi, S. C., Subanda, I. B., Purniti, P. S., & Ariawati, K. (2012). Trombositosis pada pneumonia. Jurnal Ilmu Kesehatan Anak, 18–24.
Hadi, A. S., & Fitriani, N. (2024). Analisis efektivitas biaya penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia pediatri di rumah sakit swasta. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 13(1), 45–55.
Jeremy, P. T., Ward, J., Leach, R. M., & Wiener, C. M. (2007). At glance sistem respirasi (Edisi ke-2). Jakarta: Erlangga Medical Series.
Koda-Kimble, M. A., Young, L. Y., Alldredge, B. K., Corelli, R. L., Gugliemo, B. J., Kradjan, W. A., & Williams, B. R. (2009). Applied therapeutics: The clinical use of drugs (9th ed.). Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.
Kumar, Y. A., Ahmad, A., Kumar, V. R., Mohanta, G. P., & Manna, K. P. (2012). Pharmacist interventions and pharmaceutical care in an Indian teaching hospital. International Journal of Advanced Research in Pharmaceutical and Bio Science, 2(3), 392–394.
Kusumawardani, I. (2011). Identifikasi drug related problems kategori obat salah, ketidaktepatan dosis, dan interaksi obat pada pasien pneumonia pediatri di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2010 [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surakarta].
Lestari, P., & Ramadhani, F. (2025). Evaluasi interaksi obat pada pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menggunakan aplikasi pengidentifikasi interaksi. Majalah Farmasetika, 10(2), 112–120.
Metlay, J. P., Waterer, G. W., Long, A. C., Anzueto, A., Brozek, J., Crothers, K., ... & Whitney, C. G. (2019). Diagnosis and treatment of adults with community-acquired pneumonia. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine, 200(7), e45–e67.
Nafianti, S. (2008). The profile of thrombocytosis in pediatric intensive care unit. Majalah Kedokteran Nusantara, 41(4), 243–247.
Nanda, M., & Sari, D. P. (2023). Faktor risiko kejadian pneumonia pada balita di wilayah kerja puskesmas: Studi retrospektif. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(3), 210–218.
Nofitasari, R., & Handayani, S. (2024). Profil penggunaan antibiotik empiris pada pasien pneumonia komunitas anak di RSUD Jawa Tengah. Indonesian Journal of Clinical Pharmacy, 13(2), 88–96.
Nugraha, B. A., & Pratama, W. (2022). Identifikasi masalah terkait obat (DRPs) pada pasien pediatri dengan pneumonia di rumah sakit pendidikan. Jurnal Farmasi Indonesia, 19(1), 12–22.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. (2003). Pneumonia komuniti: Pedoman diagnosis dan penatalaksanaan di Indonesia. Jakarta: Balai Penerbit.
Pharmaceutical Care Network Europe. (2023). PCNE classification for drug-related problems V9.1. Zuidlaren: PCNE Foundation.
Pratiwi, D., & Utami, T. (2021). Evaluasi ketepatan dosis antibiotik seftriakson pada pasien anak penderita pneumonia. Jurnal Ilmu Kefarmasian, 14(1), 34–41.
Putri, A. R., & Sulistyo, H. (2026). Peran apoteker dalam monitoring terapi obat pada pasien pneumonia komunitas untuk mencegah drug related problems. Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 11(1), 105–115.
Rahmawati, I., & Santoso, B. (2022). Analisis potensi interaksi obat pada peresepan pasien pneumonia anak rawat inap. Borneo Journal of Pharmacy, 5(2), 156–164.
Saputra, M. G., & Wahyuni, S. (2023). Studi retrospektif penggunaan antibiotik golongan sefalosporin pada pneumonia pediatri. Jurnal Farmasi Klinik dan Sains, 3(1), 25–33.
Setyaningsih, W., & Wijaya, C. (2024). Hubungan jumlah leukosit dengan lama rawat inap pasien pneumonia komunitas di rumah sakit. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 20(2), 142–150.
Sweetman, S. C. (2009). Martindale: The complete drug reference. London: Pharmaceutical Press.
Wardani, K. A., & Kusuma, H. (2025). Karakteristik klinis dan laboratoris pasien pneumonia anak di rumah sakit islam. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 14(1), 60–68.
WHO. (2007). Pencegahan dan pengendalian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang cenderung menjadi epidemi dan pandemi di fasilitas pelayanan kesehatan. Indonesia: Trust Indonesia.
World Health Organization. (2021). Pneumonia mortality and global health estimates 2019. Geneva: WHO Press.
World Health Organization. (2023a). Medication safety in high-risk situations. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2023b). Pneumonia in children: Updated clinical guidance. Geneva: WHO Press.




