Tumor-Infiltrating Lymphocytes (TILs) Pasca Radioterapi Fase Awal: Profil Modulasi Imun pada Kanker Payudara Stadium Lanjut
Keywords:
kanker payudara, modulasi imun, radioterapi, TILsAbstract
Tumor-Infiltrating Lymphocytes (TILs) telah diakui sebagai penanda biologis yang mencerminkan aktivitas imun antitumor pada kanker payudara. Namun, dinamika perubahan imunologis yang berlangsung pada fase awal radioterapi, terutama di negara-negara dengan pendapatan rendah hingga menengah, belum mendapat perhatian yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan modulasi imun yang terjadi pada tahap awal radioterapi melalui penilaian TILs stroma pada pasien kanker payudara stadium local lannjut. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-analitik retrospektif dengan Teknik purposive sampling, melibatkan 30 pasien yang telah menyelesaikan 10 fraksi radioterapi sinar eksternal. Penilaian TILs dilakukan pada sediaan hematoksilin-eosin mengikuti panduan International TILs Working Group dan diklasifikasikan menjadi tiga kategori: ringan (<10%), sedang (10–40%), dan berat (>40%). Hubungan antara kategori TILs dan parameter klinikopatologis dianalisis secara statistik. Kategori TILs sedang merupakan temuan terbanyak (66,7% kasus), diikuti TILs ringan (26,7%) dan tinggi (6,7%). Tidak dijumpai hubungan yang bermakna secara statistik antara kategori TILs dengan usia, jenis histologis tumor, derajat keganasan, maupun stadium klinis (nilai p > 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa paparan radioterapi pada fase awal mampu menginduksi modulasi imun yang terukur, yang tercermin dari dominasi infiltrasi TILs sedang pada jaringan tumor. Parameter klinikopatologis konvensional tidak terbukti sebagai prediktor respons TILs fase awal, mengindikasikan bahwa aktivasi imun pada tahap ini kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor molekuler dan mikro lingkungan tumor daripada oleh karakteristik morfologis klasik.
References
Barker, H. E., Paget, J. T., Khan, A. A., & Harrington, K. J. (2015). Lingkungan mikro tumor setelah radioterapi: Mekanisme resistensi dan kekambuhan. Nature Reviews Cancer, 15(4), 221–237. https://doi.org/10.1038/nrc3958
Bray, F., Laversanne, M., Weiderpass, E., & Soerjomataram, I. (2021). Pentingnya kanker yang terus meningkat di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. International Journal of Cancer, 149(2), 409–418. https://doi.org/10.1002/ijc.3377
Brix, N., Tiefenthaller, A., Anders, H., Belka, C., & Lauber, K. (2017). Efek abscopal, imunologis, dan biodosimetrik dari radioterapi. Immunological Reviews, 280(1), 249–260. https://doi.org/10.1111/imr.12572
Demaria, S., & Formenti, S. C. (2015). Radiasi sebagai adjuvan imunologis: Bukti terkini dan arah masa depan. Nature Reviews Cancer, 15(7), 457–465. https://doi.org/10.1038/nrc3963
Denkert, C., von Minckwitz, G., Darb-Esfahani, S., et al. (2018). Limfosit infiltrasi tumor dan prognosis pada kanker payudara. Journal of Clinical Oncology, 36(6), 572–580. https://doi.org/10.1200/JCO.2017.73.3945
Dewan Redaksi Klasifikasi Tumor WHO. (2019). Klasifikasi tumor payudara WHO (Edisi ke-5). International Agency for Research on Cancer.
Dieci, M. V., Miglietta, F., & Guarneri, V. (2023). Tumor-infiltrating lymphocytes across breast cancer subtypes: Current issues for biomarker assessment. Cancers, 15(2), 495. https://doi.org/10.3390/cancers15020495
Formenti, S. C., & Demaria, S. (2013). Menggabungkan radioterapi dan imunoterapi kanker: Pergeseran paradigma. Nature Reviews Clinical Oncology, 10(9), 516–524. https://doi.org/10.1038/nrclinonc.2013.120
Galluzzi, L., Buqué, A., Kepp, O., Zitvogel, L., & Kroemer, G. (2017). Kematian sel imunogenik pada kanker dan penyakit menular. Nature Reviews Immunology, 17(2), 97–111. https://doi.org/10.1038/nri.2016.107
Hendry, S., Salgado, R., Gevaert, T., et al. (2017). Menilai limfosit infiltrasi tumor pada tumor padat: Tinjauan praktis untuk ahli patologi dan klinisi. Advances in Anatomic Pathology, 24(6), 311–325. https://doi.org/10.1097/PAP.0000000000000162
Higham, C. S., & Dang, T. O. (2022). Gambaran limfosit yang menginfiltrasi tumor pada kanker payudara. Breast Cancer Research, 24, 51. https://doi.org/10.1186/s13058-022-01543-1
Hu, Z. I., McArthur, H. L., & Ho, A. Y. (2017). Efek abscopal radioterapi: Apa itu dan bagaimana kita dapat menggunakannya pada kanker payudara? Current Breast Cancer Reports, 9(1), 45–51. https://doi.org/10.1007/s12609-017-0234-y
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia 2021. Kemenkes RI.
Kelompok Kolaborasi Peneliti Uji Klinis Kanker Payudara Dini. (2011). Pengaruh radioterapi setelah operasi konservasi payudara terhadap kekambuhan 10 tahun dan kematian akibat kanker payudara 15 tahun: Meta-analisis dari 17 uji coba acak. The Lancet, 378(9804), 1707–1716. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(11)61629-2
Kunc, M., & Senkus, E. (2024). Tumor-infiltrating lymphocytes (TILs) in breast cancer: Prognostic and predictive significance across molecular subtypes. Biomedicines, 12(4), 763. https://doi.org/10.3390/biomedicines12040763
Loi, S., Sirtaine, N., Piette, F., et al. (2013). Nilai prognostik dan prediktif TIL pada kanker payudara triple-negatif yang diobati dengan kemoterapi adjuvan. Journal of Clinical Oncology, 31(7), 860–867. https://doi.org/10.1200/JCO.2012.42.4028
Loi, S., Drubay, D., Adams, S., et al. (2025). Nilai prognostik dan prediktif limfosit infiltrasi tumor pada uji coba radioterapi nodus regional MA.20. npj Breast Cancer, 11, 43. https://doi.org/10.1038/s41523-025-00821-z
Miyashita, M., Sasano, H., Tamaki, K., Hirakawa, H., et al. (2015). Signifikansi prognostik limfosit infiltrasi tumor pada kanker payudara. Modern Pathology, 28(2), 153–162. https://doi.org/10.1038/modpathol.2014.98
Salgado, R., Denkert, C., Demaria, S., et al. (2015). Evaluasi limfosit infiltrasi tumor (TIL) pada kanker payudara: Rekomendasi oleh Kelompok Kerja TIL Internasional 2014. Annals of Oncology, 26(2), 259–271. https://doi.org/10.1093/annonc/mdu450
Sung, H., Ferlay, J., Siegel, R. L., et al. (2021). Statistik kanker global 2020: Estimasi GLOBOCAN tentang insiden dan mortalitas di seluruh dunia untuk 36 jenis kanker di 185 negara. CA: A Cancer Journal for Clinicians, 71(3), 209–249. https://doi.org/10.3322/caac.21660
Voroney, J. P., Metser, U., Husain, Z., et al. (2022). Menggabungkan radioterapi dan imunoterapi pada kanker payudara metastatik: Status saat ini dan arah masa depan. Cancers, 14(8), 1901. https://doi.org/10.3390/cancers14081901
Wulandari, F., Andrijono, & Ramli, I., et al. (2023). Menghadapi masalah dalam radioterapi pasien kanker payudara di Yogyakarta, Indonesia: Studi kohort retrospektif. Cancer Medicine, 12(7), 8851–8859. https://doi.org/10.1002/cam4.5634
Xie, H., Xi, X., Lei, T., Liu, H., & Xia, Z. (2024). Kelelahan sel T CD8+ dalam mikro lingkungan tumor kanker payudara. Frontiers in Immunology, 15, 1507283. https://doi.org/10.3389/fimmu.2024.1507283
Yost, K. E., Satpathy, A. T., Wells, D. K., et al. (2025). Sel T CD8+ intratumoral yang sudah ada sebelumnya mendorong imunitas tumor yang diinduksi radioterapi. Cell Reports, 44, 115566. https://doi.org/10.1016/j.celrep.2025.115566
Zhao, Y., Mo, Y., Neganova, M. E., et al. (2023). Efek ganda radioterapi terhadap lingkungan mikro tumor dan kontribusinya terhadap perkembangan resistensi terhadap imunoterapi pada kanker gastrointestinal dan torak. Frontiers in Oncology, 13, 1166911. https://doi.org/10.3389/fonc.2023.1166911
Zubizarreta, E. H., Fidarova, E., Healy, B., & Rosenblatt, E. (2022). Teknologi radioterapi modern: Hambatan dan peluang akses di negara berpenghasilan rendah dan menengah. JCO Global Oncology, 7, 1086–1095. https://doi.org/10.1200/GO.21.00376




